Translate

Cari Blog Ini

Jumat, 07 November 2014

Contoh Jurnal

"KEAMANAN PADA JARINGAN WORLD WIDE WEB”


ABSTRAK

Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat. Tetapi dalam beberapa hal terhubung dengan internet bisa menjadi suatu ancaman yang berbahaya, banyak serangan yang dapat terjadi baik dari dalam maupun luar seperti virus, trojan, maupun hacker. Pada akhirnya security komputer dan jaringan komputer akan memegang peranan yang penting dalam kasus ini.

A. LATAR BELAKANG MASALAH

World Wide Web (WWW atau Web1) merupakan salah satu “killer applications” yang menyebabkan populernya Internet. Kehebatan Web adalah kemudahannya untuk mengakses informasi, yang dihubungkan satu dengan lainnya melalui konsephypertext.

Informasi dapat tersebar di mana-mana di dunia dan terhubung melalui hyperlink. Informasi lebih lengkap tentang WWW dapat diperoleh di web W3C .

Pembaca atau peraga sistem WWW yang lebih dikenal dengan istilah browser dapat diperoleh dengan mudah, murah atau gratis. Contoh browser adalah Netscape, Internet Explorer, Opera, kfm (KDE file manager di sistem Linux), dan masih banyak lainnya.

Kemudahan penggunaan program browser inilah yang memicu populernya WWW. Sejarah dari browser ini dimulai dari browser di sistem komputer NeXT yang kebetulan digunakan oleh Berners-Lee. Selain browser NeXT itu, pada saat itu baru ada browser yang berbentuk text (text-oriented) seperti “line mode” browser. Berkembangnya WWW dan Internet menyebabkan pergerakan sistem informasi untuk menggunakannya sebagai basis. Banyak sistem yang tidak terhubung ke Internet tetapi tetap menggunakan basis Web sebagai basis untuk sistem informasinya yang dipasang di jaringan Intranet. Untuk itu, keamanan sistem informasi yang berbasis Web dan teknologi Internet bergantung kepada keamanan sistem Web tersebut. Arsitektur sistem Web terdiri dari dua sisi: server dan client. Keduanya dihubungkan dengan jaringan komputer (computer network). Selain menyajikan data-data dalam bentuk statis, sistem Web dapat menyajikan data dalam bentuk dinamis dengan menjalankan program. Program ini dapat dijalankan di server (misal dengan CGI, servlet) dan di client (applet, Javascript).


B. RUMUSAN MASALAH

Munculnya masalah keamanan ini didasarkan atas beberapa asumsi yang datang dari berbagai kalangan baik dari kalangan / pihak User, dari pihak Web Master atau dari Sistem Web itu sendiri, sehingga beberapa asumsi dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Asumsi dari sisi pengguna

  •     Server dimiliki dan dikendalikan oleh organisasi yang mengaku memiliki  server tersebut. 
  •     Dokumen yang ditampilkan bebas dari virus, trojan horse, atau itikad jahat lainnya. Bisa saja seorang yang nakal memasang virus di web nya. Akan tetapi ini merupakan anomali.
  •     Server tidak mendistribusikan informasi mengenai pengunjung (user yang melakukan browsing) kepada pihak lain. Hal ini disebabkan ketika kita mengunjungi sebuah web site, data-data tentang kita (nomor IP, operating system, browser yang digunakan, dll.) dapat dicatat.
  •    Pelanggaran terhadap asumsi ini sebetulnya melanggar privacy. Jika hal ini dilakukan maka pengunjung tidak akan kembali ke situs ini.
b. Asumsi dari penyedia layanan (web master)
  •     Pengguna tidak beritikad untuk merusak server atau mengubah isinya (tanpa ijin).
  •     Pengguna hanya mengakses dokumen-dokumen atau informasi yang diijinkan diakses. Seorang pengguna tidak mencoba-coba masuk ke direktori yang tidak diperkenankan (istilah yang umum digunakan adalah “directory traversal”).
  •     Identitas pengguna benar. Banyak situs web yang membatasi akses kepada user-user tertentu. Dalam hal ini, jika seorang pengguna “login” ke web, maka dia adalah pengguna yang benar.
c. Asumsi dari kedua belah pihak 
Jaringan komputer (network) dan komputer bebas dari penyadapan pihak ketiga. Informasi yang disampaikan dari server ke pengguna (dan sebaliknya) terjamin keutuhannya dan tidak dimodifikasi oleh pihak ketiga yang tidak berhak.

Asumsi-asumsi di atas bisa dilanggar sehingga mengakibatkan adanya  masalah keamanan.

C. TUJUAN

Tujuan dari makalah ini adalah :

1. Mengetahui metode keamanan seperti apa yang tepat untuk layanan WWW ini.
2. Membuktikan melalui metode keamanan yang didapat terhadap jawaban  dari apa yang diasumsikan diatas.

D. LANDASAN TEORI

Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu network dengan

network lainya di seluruh dunia. TCP/IP menjadi protocol penghubung antara

jaringan-jaringan yang beragam di seluruh dunia untuk dapat berkomunikasi. World

Wide Web (WWW) merupakan bagian dari internet yang paling cepat berkembang

dan paling populer


WWW bekerja merdasarkan pada tiga mekanisme berikut:


•    Protocol standard aturan yang di gunakan untuk berkomunikasi pada computer networking, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protocol untuk WWW.

•     Address     WWW memiliki aturan penamaan alamat web yaitu: URL(Uniform
Resource Locator) yang di gunakan sebagai standard alamat internet.

•    HTML digunakan untuk membuat document yang bisa di akses melalui web. HTML merupakan standard bahasa yang digunakan untuk menampilkan documentweb.
•    Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.
•    Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses.
•    Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran,
transaksi secara online.

·        Menambahkan object-object seperti image, audio, video dan juga java appletdalam document HTMLBrowser merupakan software yang di install di mesin client yang berfungsi untukmenterjemahkan tag-tag HTML menjadi halaman web. Browser yang sering digunakan biasanya Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Mozilla dan masih banyak yang lainya.

E. IMPLEMENTASI

-     KEAMANAN SERVER

Server WWW menyediakan fasilitas agar client dari tempat lain dapat mengambil informasi dalam bentuk berkas (file), atau mengeksekusi perintah (menjalankan program) di server. Fasilitas pengambilan berkas dilakukan dengan perintah “GET”, sementara mekanisme untuk mengeksekusi perintah di server dapat dilakukan dengan “CGI” (Common Gateway Interface), Server Side Include (SSI), Active Server Page (ASP), PHP, atau dengan menggunakan servlet (seperti pernggunaan Java Servlet). Kedua jenis servis di atas (mengambil berkas biasa maupun menjalankan program di server) memiliki potensi lubang keamanan yang berbeda.
Adanya lubang keamanan di sistem WWW dapat dieksploitasi dalam bentuk yang beragam, antara lain:

      •    Informasi yang ditampilkan di server diubah sehingga dapat mempermalukan perusahaan atau organisasi anda (dikenal dengan istilah deface1);

•    Informasi yang semestinya dikonsumsi untuk kalangan terbatas (misalnya laporan keuangan, strategi perusahaan anda, atau database client anda) ternyata berhasil disadap oleh saingan anda (ini mungkin disebabkan salah setup server, salah setup router / firewall, atau salah setup authentication);

      •    Informasi dapat disadap (seperti misalnya pengiriman nomor kartu kredit untuk membeli melalui WWW, atau orang yang memonitor kemana saja anda melakukan web surfing);

      •   Server diserang (misalnya dengan memberikan request secara bertubi-tubi)

sehingga tidak bisa memberikan layanan ketika dibutuhkan (denial of service attack);

      •    Untuk server web yang berada di belakang firewall, lubang keamanan di server web yang dieksploitasi dapat melemahkan atau bahkan menghilangkan fungsi dari firewall (dengan mekanisme tunneling).

Strategi Implementasi

a. Membatasi akses melalui Kontrol Akses

Sebagai penyedia informasi (dalam bentuk berkas-berkas), sering diinginkan pembatasan akses. Misalnya, diinginkan agar hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses berkas (informasi) tertentu. Pada prinsipnya ini adalah masalah kontrol akses. Pembatasan akses dapat dilakukan dengan:

•  Membatasi domain atau nomor IP yang dapat mengakses;

•  Menggunakan pasangan userid & password;

•  Mengenkripsi data sehingga hanya dapat dibuka (dekripsi) oleh orang yang memiliki kunci pembuka.

b. Proteksi halaman dengan menggunakan password

Salah satu mekanisme mengatur akses adalah dengan menggunakan pasangan userid (user identification) dan password. Untuk server Web yang berbasis Apache1, akses ke sebuah halaman (atau sekumpulan berkas yang terletak di sebuah directory di sistem Unix) dapat diatur dengan menggunakan berkas “.htaccess”.

c. Secure Socket Layer

Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan server WWW adalah dengan menggunakan enkripsi pada komunikasi pada tingkat socket. Dengan menggunakan enkripsi, orang tidak bisa menyadap data-data (transaksi) yang dikirimkan dari/ke server WWW. Salah satu mekanisme yang cukup populer adalah dengan menggunakan Secure Socket Layer (SSL) yang mulanya dikembangkan oleh Netscape.


d. Mengetahui Jenis Server

Informasi tentang web server yang digunakan dapat dimanfaatkan oleh perusak untuk melancarkan serangan sesuai dengan tipe server dan operating system yang digunakan. Seorang penyerang akan mencari tahu software dan versinya yang digunakan sebagai web server, kemudian mencari informasi di Internet tentang

kelemahan web server tersebut. Informasi tentang program server yang digunakan sangat mudah diperoleh. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan program “telnet” dengan melakukan telnet ke port 80 dari server web tersebut, kemudian menekan tombol return dua kali. Web server akan mengirimkan respon dengan didahuli oleh informasi tentang server yang digunakan.

e. Keamanan Program CGI

Common Gateway Interface (CGI) digunakan untuk menghubungkan sistem WWW dengan software lain di server web. Adanya CGI memungkinkan hubungan interaktif antara user dan server web. CGI seringkali digunakan sebagai mekanisme untuk mendapatkan informasi dari user melalui “fill out form”, mengakses database, atau menghasilkan halaman yang dinamis.



-     KEAMANAN CLIENT WWW

Dalam bagian terdahulu dibahas masalah yang berhubungan dengan server WWW. Dalam bagian ini akan dibahas masalah-masalah yang berhubungan dengan keamanan client WWW, yaitu pemakai (pengunjung) biasa. Keamanan di sisi client biasanya berhubungan dengan masalah privacy dan penyisipan virus atau trojan horse.


a. Pelanggaran Privacy

Ketika kita mengunjungi sebuah situs web, browser kita dapat “dititipi” sebuah “cookie” yang fungsinya adalah untuk menandai kita. Ketika kita berkunjung ke server itu kembali, maka server dapat mengetahui bahwa kita kembali dan server dapat memberikan setup sesuai dengan keinginan (preference) kita. Ini merupakan servis yang baik. Namun data-data yang sama juga dapat digunakan untuk melakukan tracking kemana saja kita pergi. Ada juga situs web yang mengirimkan script (misalJavascript) yang melakukan interogasi terhadap server kita (melalui browser) dan mengirimkan informasi ini ke server. Bayangkan jika di dalam komputer kita terdapat data-data yang bersifat rahasia dan informasi ini dikirimkan ke server milik orang lain.
b. Penyisipan Trojan Horse

Cara penyerangan terhadap client yang lain adalah dengan menyisipkan virus atau trojan horse. Bayangkan apabila yang anda download adalah virus atau trojan horse yang dapat menghapus isi harddisk anda. Salah satu contoh yang sudah terjadi adalah adanya web yang menyisipkan trojan horse Back Orifice (BO) atau Netbus sehingga komputer anda dapat dikendalikan dari jarak jauh. Orang dari jarak jauh dapat menyadap apa yang anda ketikkan, melihat isi direktori, melakukan reboot, bahkan memformat harddisk.


F. KESIMPULAN

Dari paparan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Ø      Sistem keamanan WWW dibagi kedalam dua aspek, yaitu aspek dari Server dan aspek dari Client.
Ø      Untuk sisi server ada mekanisme tertentu untuk mengambil file / berkas yang ada dalam server
Ø      Beberapa strategi untuk memberikan keamanan server diantaranya adalah batasan kontrol aksesn, proteksi halaman dengan password, SSL (Security SocketLayer)
Ø      Sedangkan yang harus diperhatikan dalam strategi pengamanan untuk client diantaranya adalah masalah privacy dan trojan house.


G. DAFTAR PUSTAKA

1. Richard H. Baker, “Network Security: how to plan for it and achieve it,” McGraw-Hill International, 1995. 

2. Steven M. Bellovin, “Security Problems in TCP/IP Protocol Suite,” Computer Communication Review, Vol. 19, No. 2, pp. 32-48, 1989. 

3. Tim Berners-Lee, “Weaving the Web: the past, present and future of the world wide web by its inventor,” Texere, 2000.

4.      www.ilmukomputer.com

Kamis, 27 Oktober 2011

Membangun Pc Router dan Proxy Server

       Internet Gateway dapat didefinisikan sebagai gerbang internet atau gerbang yang menjadi perantara sehingga jaringan internet dapat diakses di jaringan lokal. Untuk membuat internet gateway tidak lepas dari router, dalam hal ini PC yang dijadikan sebagai router yang dikenal dengan istilah PC Router. Untuk tutorial kali ini bentuk topologi jaringan internet gateway adalah seperti berikut :
          
MODEM ROUTER — eth1 | PC | eth0 — CLIENT
Sistem operasi yang gunakan adalah Linux Ubuntu Server 10.04, bukan berarti linux lain gak bisa ..  :)
Langkah-langkah :
  • Pasang PC dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan topologi di atas
  • Install sistem operasi Ubuntu Server 10.04 pada PC
  • Login sebagai Administrator atau Super User
tkj@kartika:~$sudo su
[sudo] password for tkj :
  • Masukkan password root kemudian enter, sehingga tampilan menjadi
root@kartika:/home/tkj#
  • Konfigurasi IP Address yang akan digunakan menggunakan editor nano atau editor lainnya.
root@kartika:/home/tkj#nano /etc/network/interfaces
  • Ketik konfigurasi berikut pada editor nano
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
address 192.168.50.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.50.0
broadcast 192.168.50.255
gateway 192.168.50.1

auto eth1
address 192.168.20.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.20.0
broadcast 192.168.20.255
gateway 192.168.20.1
  • Simpan file, kemudian restart service network agar supaya setting yang baru dapat dikenali oleh sistem operasi dengan mengetikkan perintah :
root@kartika:/home/tkj#/etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces ...                     [ok]
  • Cek konfigurasi ip untuk eth0 dan eth1 dengan menggunakan perintah
root@kartika:/home/tkj#ifconfig
Setelah tahapan setting IP Address sesuai topologi, selanjutnya tahap routing sebagai berikut :
  • Edit file sysctl.conf
root@kartika:/home/tkj#nano /etc/sysctl.conf
  • Tambahkan baris berikut
net.ipv4.conf.forwarding=1
  • Ubah value file ip_forward menjadi 1
root@kartika:/home/tkj#echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
  • Buat routing untuk menjadikan eth0 sebagai jembatan dari eth1 ke luar.
root@kartika:/home/tkj#/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.20.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE
Jangan lupa memasukkan IP DNS dari ISP yang anda gunakan, langkah-langkah sebagai berikut :
  • Edit file resolv.conf
root@kartika:/home/tkj#nano /etc/resolv.conf
  • Tambahkan baris berikut dengan IP DNS dari ISP Anda (contoh DNS Smart)
nameserver 10.17.3.252
nameserver 10.17.3.254
Agar supaya settingan yang telah dibuat dapat berjalan pada saat komputer di restart, simpan konfigurasi ke file rc.local
root@kartika:/home/tkj#nano /etc/rcl.local
Tambahkan/edit file tersebut menjadi :
exit=0
echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
/sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.10.0/255.255.255.0 -d 0/0 -j MASQUERADE
Simpan, kemudian restart komputer
root@kartika:/home/tkj#reboot
Setting komputer client dengan ip lan sesuai topologi, sekarang internet dapat diakses di pc client. Untuk cache akses internet dapat menggunakan Squid Proxy Server. Terima kasih semoga bermanfaat .. :)

Minggu, 23 Oktober 2011

Membangun Proxy Server Di Windows XP menggunakan Privoxy

Artikel ini saya buat berdasarkan atas pengalaman dan informasi dari berbagai sumber, jika ingin mengcopy atau memperbanyak isi dari artikel ini baik seluruh maupun sebagian diijinkan asal tetap menuliskan sumbernya.
Bagi pengguna Linux tingkat intermediate dan expert mungkin sudah biasa dengan software squid untuk men-sharing koneksi internet, walau bukan tidak mungkin juga squid digunakan dalam operating system windows. Sesuai dengan judul nya, kita akan membuat sebuah proxy server berbasis http di Operating System berbasis Windows XP untuk para nubie dengan menggunakan software Privoxy. Privoxy adalah sebuah tools gratis untuk membuat proxy server di Windows yang sebetulnya sangat powerfull jika kita dapat melakukan konfigurasi pada seluruh file konfigurasi dan pendukungnya.
Dalam bahasan kali ini kita hanya akan melakukan konfigurasi sederhana dalam privoxy untuk dapat melakukan/memberikan share koneksi internet kita melalui Windows XP ke komputer lainnya dalam suatu jaringan. Tutorial ini bisa dipergunakan untuk kalangan pribadi atau umum (tidak disarankan). Saya rasa sudah cukup prolognya dan sekarang kita akan memulai praktek pembuatan proxy server di windows xp dengan menggunakan Privoxy.
Persiapan yang diperlukan :
1. Komputer OS Windows XP (server) terhubung dengan internet.
2. Komputer Client (untuk uji coba boleh Windows atau operating system lainnya).
3. Kabel LAN dan/atau Switch/hub (penghubung 2 komputer tersebut).
4. Software Privoxy bisa diunduh di >> https://sourceforge.net/projects/ijbswa/files/
5. Kopi plus rokok :D
6. Doa dan keberanian serta semangat untuk belajar (OOT :D ).
Ok kita mulai saja prakteknya, saya anggap persiapan nomor 1 sampai 4 sudah tersedia semua. Selanjutnya kita bisa lakukan penginstalan software privoxy yang telah didownload tadi dengan mengikuti tahapan selayaknya penginstalan software lainnya (next – next sampe finish :D ).
Setelah selesai penginstalan Privoxy di komputer Windows XP tadi, perlu kita aktifkan dulu fasilitas IP Forwarding yang tersembunyi di Windows XP tadi, caranya Start – Run – regedit, lalu :
1. Cari key:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
2. Buat sebuah key atau rubah valuenya jika sudah ada:
Value Name: IPEnableRouter
Value type: REG_DWORD
Value Data: 1
3. Keluar dari registry editor.
Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi/setting di privoxy, tapi sebelum itu dalam praktek ini saya menggunakan beberapa settingan IP di komputer saya:
IP LAN Server : 10.24.0.24/24
IP LAN client : 10.24.0.25/24
Untuk koneksi internet di komputer server saya menggunakan modem 3G dan dianggap sudah tersambung alias online. Next, buka software Privoxy anda yang nantinya akan ada tampilan seperti dibawah ini :
http://i41.tinypic.com/xlb584.jpg
Selanjutnya kita akan merubah konfigurasi/setting dari privoxy tersebut secara sederhana melalui menu Options – Edit Main Configuration, akan terbuka sebuah jendela notepad berjudul config.txt
http://i43.tinypic.com/v5wrnn.jpg
File config asli tersebut sebaiknya kita simpan dengan nama lain agar dilain waktu dapat kita pelajari kembali lebih jauh sehingga membuat privoxy kita lebh powerfull, di screen shoot diatas saya simpan dengan menggunakan nama config1.txt. Selanjutnya close dulu file config asli tadi yang telah kita ganti nama. Kemudian kita buka lagi config privoxy melalui cara sebelumnya lalu kita delete seluruh isinya. Lho koq seluruhnya ??? pasti banyak yang bertanya hal demikian, ini dikarenakan kita akan membuat sebuah config sederhana dengan menggunakan beberapa config dasar sehingga dapat dijadikan sebuah proxy server sederhana ;)
Dalam jendela config yang kosong tadi kita isikan beberapa baris kode sebagai berikut :
user-manual /Program Files/Privoxy/doc/user-manual
admin-address [email anda]
confdir .
logdir .
debug 1 #menampilkan seluruh log ke server
logfile privoxy.log #memberikan nama file log
log-messages   1 #seluruh koneksi akan di catat di file log server
listen-address  10.24.0.24:9192 #ip server dan port yang akan listen (diset di client).
permit-access 10.24.0.0/24 #ip network yang diijinkan menggunakan server proxy ini
toggle  0
enable-remote-toggle  0
enable-remote-http-toggle  0
enable-edit-actions 0
enforce-blocks 1
buffer-limit 4096
forwarded-connect-retries  20
accept-intercepted-requests 1
allow-cgi-request-crunching 0
split-large-forms 0
keep-alive-timeout 300
socket-timeout 300
activity-animation   1
log-max-lines 2000
log-highlight-messages 1
log-font-name Comic Sans MS
log-font-size 10
Setelah itu kita save dan tutup jendela config tadi, kemudian kita kembali ke jendela privoxy dan klik menu Option – enable untuk menjalankan configurasi yang telah kita tuliskan tadi.
http://i39.tinypic.com/10gkx1y.jpg
Sebagai langkah terakhir kita test di komputer client (dalam hal ini saya menggunakan komputer dengan Operating System Linux Ubuntu Muslim Edition) dengan menambahkan proxy sesuai dengan yang dituliskan di config privoxy komputer server tadi (10.24.0.24:9192) dan alhasil komputer client linux tersebut bisa berselancar ke dunia maya dengan menggunakan koneksi server proxy di windows.
http://i40.tinypic.com/x5rt5f.jpg
Nah, akhirnya kita selesai juga membuat sebuah proxy server sederhana di operating system Windows XP. Untuk Pengembangan selanjutnya nantikan artikel saya yang lainnya.
Regards to :
Alloh SWT dan Rosul Muhammad SAW
Kedua Orang Tua tersayang
Istri dan anak tercinta
Cyberphreaking Community dan Forum Indophreaker (yang telah mengenalkan saya pada software privoxy)
Babelpatcher, Rizal2gb, gech4
dan seluruh rekan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Suak, 30 Maret 2010.
elthazor@yahoo.com

Jumat, 21 Oktober 2011

Membangun PC Router Dengan Redhat


Sebelum kita melakukan Konfigurasi / Setting IP Router, terlebih dahulu kita melakukan Installasi OS Linux RedHat 9.0 yang akan di gunakan dalam membangun Router. Setelah proses installasi OS Linux RedHat 9.0 selesai, langkah selanjutnya yaitu Konfigurasi / Setting IP Router.
Langkah-langkah dalam Konfigurasi / Setting IP Router adalah sebagai berikut :
1. Langkah yang pertama yaitu, terlebih dahulu kita login sebagai root (sebagai superuser) dan masukkan password yang tadinya digunakan dalam proses penginstallan Linux RedHat 9.0.
2. Setelah itu lakukan konfigurasi pada Ethernet, dengan perintah :
# cd /etc/sysconfig/network-scripts
3. Pastikan bahwa di dalam directory network-scripts telah terdapat file konfigurasi untuk eth0 dan eth1 yaitu ifcfg-eth0 dan ifcfg-eth1, untuk melihat ketikkan perintah :
# ls
Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini (menandakan bahwa di dalam directory network-scripts telah terdapat file konfigurasi untuk eth0 dan eth1 yaituifcfg-eth0 dan ifcfg-eth1)













4. Apabila file konfigurasinya sudah ada (seperti tampilan diatas), langkah selanjutnya yaitu setting ip ifcfg-eth0 dengan perintah sebagai berikut :
# vi ifcfg-eth0
Kemudian lakukan setting konfigurasi eth0 seperti gambar di bawah ini :






Setelah itu simpan file dengan menekan esc 2x kemudian shift :wq enter
5. Selanjutnya konfigurasi file eth1 dengan perintah :
# vi ifcfg-eth1
Lakukan setting konfigurasi eth1 seperti gambar di bawah ini






setelah itu simpan file dengan menekan esc 2x kemudian shift :wq enter
6. Aktifkan ip forwarding dengan masuk ke file konfigurasi sysctl.conf dengan perintah :
# vi /etc/sysctl.conf
Pada tampilan dibawah ini, Ubah angka 0 pada net.ipv4.ip_forward (nonaktif) dengan angka 1 (agar net.ipv4.ip_forward bisa aktif)












Lalu esc 2x shift : wq, enter
7. Edit konfigurasi file resolv.conf dengan perintah :
# vi /etc/resolv.conf
Lakukan setting konfigurasinya seperti tampilan di bawah ini
nameserver 10.10.10.3
nameserver 10.210.254.2
search citrix2.edu
8. Langkah selanjutnya adalah melakukan routing iptables dengan perintah sebagai berikut.
# iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
9. Ulangi aktifkan ip forward dengan perintah sebagai berikut.
# echo “1” > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
10. Untuk memastikan bahwa ip_forwardnya telah aktif, lakukan pengecekan dengan perintah :
# cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Apabila muncul angka 1, berarti ipforwarding sudah diaktifkan
11. Simpan iptables dengan perintah sebagai berikut
# iptables-save > /etc/sysconfig/iptables
12. Dengan cara itu saja, masih belum cukup. Agar iptables dan ipforwarding dapat otomatis start setelah computer di restart atau dimatikan maka simpan iptables dan ipforward di file rc.local yang ada pada directory /etc/rc.d/rc.local, dengan perintah :
# vi /etc/rc.d/rc.local
Simpan iptables dan forwardingnya sesuai dengan contoh pada tampilan di bawah ini







13. Aktifkan iptables dengan perintah :
# chkconfig iptables on
14. Lakukan restart network dengan perintah sebagai berikut,
# service network restart
15. Cek koneksi router dengan cara ping. Ping seperti contoh tampilan di bawah ini :
Apabila ada balasan seperti gambar di atas, maka router telah terkoneksi dengan baik.
16. Langkah berikutnya setelah DNS server telah jadi beserta proxy squid nya, lakukan prerouting pada router redhat, agar squid pada DNS server dapat berjalan dengan baik pada client. Jalankan perintah sperti di bawah ini :
# iptables –t nat –A PREROUTING –i eth1 –s 10.0.0.0/8 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to 3128
# iptables –A PREROUTING –t nat –i eth1 –p tcp --dport 80 –j REDIRECT --to-port 3128
17. Kemudian simpan script perintah tersebut dalam file
# vi /etc/rc.d/rc.local
18. Simpan scripts seperti dibawah ini :








Simpan esc 2x shift : wq
19. Setelah menyimpan scriptsnya langkah selanjutnya adalah restast network dengan perintah :
# service network restart
20. Lakukan cek koneksi dengan cara ping ke DNS yang dibuat sendiri, Mail Server, FTP, Router 2 Mikrotik, gateway atas dan DNS.









IP Router 2 (Mikrotik) : 10.10.10.2
IP DNS yang dibuat sendiri : 10.10.10.3
IP Mail Server : 10.10.10.4
IP FTP : 10.10.10.5
IP Gateway atas : 202.110.102.1
IP DNS : 10.210.254.2

My Name


MySpace Flash Toys Welcome di blog yohanes_enggal

Teman Gue

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons